“Target program sejuta rumah akan terwujud jika pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5,5 persen,” kata Ketua Umum Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) Noer Soetrisno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Menurut dia, pihaknya optimistis akan program sejuta rumah bila pertumbuhan ekonomi stabil pada kisaran 5,5-6 persen per tahun.
Ia juga mengemukakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan secara obyektif.
Selain itu, lanjutnya, MP3I juga terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagaimana yang menjadi salah satu sasaran pemerintah.
Sebelumnya, Pemerintah optimistis program Sejuta Rumah yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa tercapai dan mengatasi program “backlog” atau kekurangan rumah di berbagai daerah di Tanah Air.
“Pemerintah optimis kalau tahun 2015 sejuta rumah bisa tercapai. Dimana 600 ribu unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sisanya untuk komersial,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus.
Dia mengakui bahwa tantangan yang ada di bidang perumahan rakyat masih cukup besar antara lain data statistik tahun 2014 menunjukkan bahwa kesenjangan antara kebutuhan dengan penyediaan rumah masih sebesar 13,5 juta unit dari sisi kepemilikan.
Selain itu, lanjutnya, masih terdapatnya 7,6 juta masyarakat yang belum memiliki rumah dan masih ditemui 3,4 juta unit rumah yang tidak layak huni. Bahkan pemerintah juga harus segera mengatasi pemukiman kumuh seluas 38 ribu hektar.
Namun ia menyebutkan bahwa saat ini program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan dana sebesar Rp 5,1 Triliun telah mampu memfasilitasi sebanyak 76 ribu unit rumah per Juli 2015.
“Hal ini jauh melebihi capaian pada tahun 2014. Apalagi pemerintah telah menurunkan suku bunga kredit hingga 5 persen flate sepanjang masa angsuran 15 -20 tahun,” katanya.
Dirjen Pembiayaan Perumahan juga meyakini bahwa untuk tahun 2016, pembangunan rumah untuk rakyat akan semakin baik.(al/sumber)
